ISOLASI MIKROBA
Mikroba merupakan organisme berukuran
kecil yang sulit untuk dilihat tanpa menggunakan peralatan bantu. Banyak
diantara mikroba yang memiliki kemiripan bentuk dan sifat sehingga tidak mudah
untuk mempelajarinya. Diperlukan ketelitian dan kesabaran untuk mempelajari
mikroba. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mempelajari mikroba adalah
denganmengidentifikasinya. Ada empat tahapan yang harus dilaksanakan apabila
hendak melakukanidentifikasi mikroba, yaitu inokulasi, inkubasi, isolasi dan
identifikasi. Keempat tahapan ini dilaksanakan secara sistimatis dan benar
sehingga mikroba dapat teridentifikasi.
Mikroorganisme dalam alam hampir selalu dalam keadaan tercampur.
Campuran ini dapat sangat kompleks artinya banyak jenisnya atau walaupun
jenisnya sedikit sifatnya berbeda. Mungkin pula terdapat perbedaan sifat
khusus yang agak jauh walaupun dari sifat umumnya sama.Satu spesies mikroba
didalam komunitas ini dapat mempengaruhi spesies lain dengan berbagai cara-cara
beberapa ada yang bersifat menguntungkan beberapa lagi bersifat merugikan. Oleh
karena itu, dalam mempelajarinya, bakteri harus diambil dari alam lalu
diisolasikan dalam suatu biakan murni.
Isolasi adalah mengambil mikroorganisme yang terdapat di
alam dan menumbuhkannya dalam suatu medium buatan. Proses pemisahan atau
pemurnian dari mikroorganisme lain perlu dilakukan karena semua pekerjaan
mikrobiologis, misalnya telaah dan identifikasi mikroorganisme, memerlukan
suatu populasi yang hanya terdiri dari satu macam mikroorganisme saja. Prinsip
dari isolasi mikroba adalah memisahkan satu jenis mikroba dengan mikroba
lainnya yang berasal dari campuran bermacam-macam mikroba. Hal ini dapat
dilakukan dengan menumbuhkannya dalam media padat sel-sel mikroba akan
membentuk suatu koloni sel yang tetap pada tempatnya.
Isolasi suatu mikrobia ialah memisahkan mikrobia tersebut
dari lingkungannya di alam dan menumbuhkannya sebagai biakan murni dalam medium
buatan. Isolasi harus diketahui cara-cara menanam dan menumbuhkan mikrobia pada
medium biakan serta syarat-syarat lain untuk pertumbuhannya. Memindahkan
bakteri dari medium lama kedalam medium yang baru diperlukan ketelitian dan
pengsterilan alat-alat yang digunakan, supaya dapat dihindari terjadinya
kontaminasi. Pada pemindahan bakteri dicawan petri setelah agar baru, maka
cawan petri tersebut harus dibalik, hal ini berfungsi untuk menghindari adanya
tetesan air yang mungkin melekat pada dinding tutup cawan petri.
Dalam kegiatan
mikrobiologi pembuatan isolasi dilakukan dengan cara mengambil sampel mikroba
dari lingkungan yang ingin diteliti. Dari sampel tersebut kemudian
dikultur/dibiakan dengan menggunakan media universal atau media selektif,
tergantung tujuan yang ingin dicapai. Untuk mendapatkan atau menumbuhkan jenis
mikroorganisme tertentu, maka dilakukan isolasi. Dengan isolasi inilah dapat
diidentifikasi jenis bakteri tertentu baik dari kelimpahan maupun morfologinya.
Sebelum
melakukan proses isolasi, dilakukan terlebih dahulu pengenceran bertingkat. Pengenceran
yaitu suatu cara atau metode yang diterapkan pada suatu senyawa dengan jalan
menambahkan pelarut yang bersifat netral, lazim dipakai yaitu aquadest dalam
jumlah tertentu. Penambahan pelarut dalam suatu senyawa dan berakibat
menurunnya kadar kepekatan atau tingkat konsentrasi dari senyawa yang
dilarutkan/diencerkan. Tujuan dari pengenceran bertingkat yaitu memperkecil
atau mengurangi jumlah mikroba yang tersuspensi dalam cairan. Penentuan
besarnya atau banyaknya tingkat pengenceran tergantung kepada perkiraan jumlah
mikroba dalam sampel. Digunakan perbandingan 1 : 9 untuk sampel dan pengenceran
pertama dan selanjutnya, sehingga pengenceran berikutnya mengandung 1/10 sel
mikroorganisma dari pengenceran sebelumnya. Pengenceran bertingkat menggunakan
larutan fisiologis sebagai larutan pengencernya. Larutan pengencer/ larutan
fisiologis adalah larutan yang digunakan untuk mengencerkan contoh pada
analisis mikrobiologi. Pengenceran dilakukan untuk memperoleh contoh dengan
jumlah mikroba terbaik untuk dapat dihitung
yaitu antara 30 sampai 300 sel
mikroba per ml. Pengenceran biasanya dilakukan 1:10, 1:100, 1:1000, dan seterusnya. Pengenceran adalah melarutkan atau melepasan mikroba dari substratnya ke dalam air sehingga lebih mudah penanganannya. Hal ini sesuai dengan Dwidjoseputro (2002) yang menyatakan bahwa larutan pengencer yang sering digunakan adalah larutan garam fisiologis (NaCl 0,85%).
yaitu antara 30 sampai 300 sel
mikroba per ml. Pengenceran biasanya dilakukan 1:10, 1:100, 1:1000, dan seterusnya. Pengenceran adalah melarutkan atau melepasan mikroba dari substratnya ke dalam air sehingga lebih mudah penanganannya. Hal ini sesuai dengan Dwidjoseputro (2002) yang menyatakan bahwa larutan pengencer yang sering digunakan adalah larutan garam fisiologis (NaCl 0,85%).
Metode
gores yang digunakan dalam proses isolasi diantaranya adalah Metode menggores
dengan pola goresan T dan goresan
kuadran.
1.
Metode
goresan T
Metode goresan T adalah cara memindahkan
biakan murni jenis bakteri. Cara memindahkan biakan dengan menggunakan ose
bundar dengan cara gores pola yang terbagi menjadi tiga kuadran dan digores
secara acak dipermukaan media.
2.
Metode
menggores dengan pola goresan kuadran adalah salah satu cara memindahkan biakan
murni jenis bakteri, cara memindahkan biakan dengan menggunakan ose bundar
dengan cara menarik garis menyerupai bentuk persegi yang semakin kedalam
semakin mengecil serta tidak terputus. Fungsi dari goresan ini digunakan bukan
untuk mendapatkan koloni tunggal, melainkan untuk peremajaan ke cawan atau
medium baru.
Media yang
digunakan dalam melakukan proses isolasi mikroba adalah media agar miring dan
agar tegak.
1.
Media
agar miring
Media agar
miring, yaitu media agar padat dalam tabung reaksi yang diletakkan miring
sehingga mempunyai permukaan media yang lebih luas daripada permukaan agar
tegak, digunakan untuk menumbuhkan dan menyimpan biakan murni sebagai stock
biakan murni (stock pure culture).
Agar miring ini merupakan salah satu cara yang mudah untuk kulturisasi mikroba,
terutama yang bersifat aerobik atau anaerobik fakultatif.
2.
Media
agar tegak
Media agar
tegak, yaitu media yang diletakkan tegak pada saat pendinginan. Media agar tegak,
merupakan media agar setengah padat dalam tabung reaksi, digunakan untuk
menguji gerak bakteri secara makroskopis serta media yang dapat digunakan untuk
menstimulir pertumbuhan mikroba dalam keadaan kekurangan oksigen.
Sedangkan alat
yang digunakan untuk menggores mikroba pada proses isolasi mikroba dibedakan
menjadi 2, yaitu Ose Jarum dan Ose Bundar. Ose berfungsi untuk memindahkan
biakan untuk ditanam/ditumbuhkan ke media baru. Ose biasanya terbuat dari kawat
nichrome atau platinum sehingga dapat
berpijar jika terkena panas. Bentuk ujung ose dapat berbentuk lingkaran (loop)
dan disebut ose bundar atau inoculating
loop/transfer loop, dan yang berbentuk lurus disebut ose jarum atau inoculating needle/Transfer needle.
Inoculating loop cocok untuk melakukan
streak di permukaan agar, sedangkan inoculating
needle cocok digunakan untuk inokulasi secara tusukan pada agar tegak (stab inoculating). Hal ini sesuai
dengan Dwidjoseputro (2002) yang menyatakan bahwa Jarum inokulum berfungsi untuk memindahkan biakan
untukditanam/ditumbuhkan ke media baru. Inokulasi bakteri menggunakan jarum ose
bentuk bulat. Pada ujung jarum ose yang berbentuk bulat, bakteri akan dapat
terambil dalam jumlah yang relatif banyak sedangkan inokulasi jamur menggunakan
jarum ose bentuk batang. Hifa yang berbentuk seperti benang mudah diambil
dengan jarum ose batang dan mudah sekali tumbuh di dalam suatu media.
DAFTAR PUSTAKA
Dwidjoseputro, D. 2002. Dasar-Dasar Mikrobiologi.
Jakarta: Djambatan.
Faris. 2012. Komposisi media terhadap pertumbuhan mikroorganisme. Malang:
Universitas Muhammadiyah Malang
Fardiaz, S. 2001. Mikrobiologi Pangan I. Jakarta: Gramedia.
Hadioetomo,
R. S. 2013. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek. Jakarta: P.T. Gramedia
Pustaka Utama.
Sanusi,
M. 2002. LKM Mikrobiologi. Singaraja: STIKIP Singaraja.
Sylvia.
2008. Mikrobiologi Farmasi.
Jakarta: Penerbit erlangga.
Good job
BalasHapusLumayan buat referensi. Thanks min
BalasHapusReferensi laporan ku thx anisa❣️
BalasHapusCerdas!
BalasHapusMba, isolasi mikroba tuh memindahkan mikroba dari lingkungan asal ke media buatan untuk mendapatkan kultur murni atau menjaga stabilitas pertumbuhan mikroba untuk mendapatkan kultur murni yang di inginkan pada media buatan?
BalasHapustolong jelaskan mba...