PERHITUNGAN MIKROBA
Setelah kita mempelajari
bagaimana menumbuhkan suatu koloni bakteri, tentu harus
mengatahui kuantitas dan kualitas dari bakteri tersebut. Dalam
hal ini yang akan dibahas adalah bagaimana mengetahui kuantitas
dari suatu bakteri. Enumerasi mikroba
adalah teknik perhitungan jumlah mikroba dalam suatu media tanpa
mengidentifikasi jenis mikroba (bakteri, jamur, yeast).
Perhitungan jumlah mikroba dapat melalui berbagai macam
uji seperti uji kualitatif koliform yang secara lengkap terdiri dari tiga tahap
yaitu uji penduga (uji kuantitatif, bisa dengan metode MPN), uji penguat dan
uji pelengkap. Waktu, mutu sampel, biaya, tujuan analisis merupakan beberapa
faktor penentu dalam uji kualitatif koliform. Tujuan enumerasi adalah untuk mengetahui jumlah bakteri yang mungkin ada
pada suatu bahan terutama bahan makanan yang disimpan dengan waktu tertentu.
Hal ini sesuai dengan pendapat Dwidjoseputro (2005) yang menyatakan bahwa penetapan
jumlah bakteri dilakukan dengan menghitung jumlah sel bakteri yang mampu
membentuk koloni di dalam media biakan atau membentuk suspensi dalam larutan biakan mikroba.
Teknik enumerasi mikroba
ada dua cara yakni
metode enumerasi mikroba secara langsung dan cara tidak langsung.
1. Enumerasi mikroorganisme secara langsung
Enumerasi secara langsung merupakan
cara perhitungan terhadap total dari jumlah sel mikroba dalam suatu sampel
secara mikroskopik. Enumerasi secara langsung dapat dilakukan dengan dua metode,
yaitu metode perhitungan dengan kamar hitung (Counting chamber) dan
perhitungan dengan preparat olesan (Smear count). Kelebihan metode ini adalah dapat
menghitung jumlah mikroorganisme lebih cepat
sedangkan kekurangan dari metode ini adalah mikroba yang
mati dianggap seperti mikroba yang
hidup, mikroba yang
motil sulit dihitung dengan pasti, dan
mikroba yang sedang dihitung perlu mencapai jumlah konsentrasi yang
memadai untuk dihitung. Hal ini sesuai dengan pendapat
Irianto (2006) yang menyatakan bahwa ada beberapa cara
yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah mikroba salah satunya adalah cara
menghitung langsung. Cara ini pada mulanya dilakukan dalam pemeriksaan bakteri
yang dapat dalam air susu, tetapi dapat digunakan untuk penelitian lain. Dengan
cara yang terhitung adalah baik bakteri hidup maupun mati. Sehingga dengan cara
ini tidak diketahui berapa jumlah bakteri hidup, tetapi pengerjaannya lebih
cepat.
2. Enumerasi secara tidak langsung
Enumerasi secara tidak langsung memiliki
metode yang dapat dilakukan antara lain dengan metode turbidimetri dan
enumerasi mikroba dengan metode Total Plate Count (TPC).
Kelebihan dari metode ini adalah perhitungan hanya kepada mikroba yang
masih hidup sehingga hasilnya lebih akurat sedangkan kekurangannya adalah membutuhkan waktu inkubasi yang lama sehingga hasilnya tidak didapat dengan waktu yang cepat. Hal ini sesuai dengan Yunita (2015) yang menyatakan bahwa perhitungan dengan cara tidak langsung
dapat dilakukan dengan menggunakan metode Total Plate Count (TPC).
masih hidup sehingga hasilnya lebih akurat sedangkan kekurangannya adalah membutuhkan waktu inkubasi yang lama sehingga hasilnya tidak didapat dengan waktu yang cepat. Hal ini sesuai dengan Yunita (2015) yang menyatakan bahwa perhitungan dengan cara tidak langsung
dapat dilakukan dengan menggunakan metode Total Plate Count (TPC).
Metode Total Plate Count (TPC) merupakan suatu metode untuk menghitung jumlah
mikroba pada media. Metode Total Plate
Count (TPC) adalah metode perhitungan mikroba secara tidak langsung. Standard Plate Count (SPC) merupakan suatu standar
yang digunakan untuk melaporkan hasil analisis mikrobiologi dan menjelaskan cara menghitung koloni yang tumbuh
pada cawan serta cara memilih data yang ada untuk menentukan jumlah koloni. Prinsip TPC adalah menumbuhkan sel mikroorganisme yang masih hidup,
sehingga mikroba akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat
dan dihitung langsung dengan mata telanjang tanpa
menggunakan bantuan mikroskop dengan menggunakan media padat pada cawan petri yang
dibagi menjadi empat kuadran dengan hasil yang berupa koloni berwarna putih yang tumbuh menyebar diseluruh permukaan media. Kelebihan dari metode ini yaitu dapat
diketahui adanya mikroba jenis lain yang terdapat pada media dan dapat mengetahui jumlah mikroba
yang dominan sedangkan kekurangan dari metode ini
adalah Memungkinkan terjadinya koloni yang berasal lebih dari satu
sel mikroba, seperti pada mikroba yang berpasangan, rantai atau kelompok sel. Hal ini sesuai dengan Fardiaz (2001) yang menyatakan
bahwa Tujuan dari pengenceran
pada metode Total Plate Count (TPC) yaitu mengurangi jumlah kandungan mikroba dalam sampel
sehingga nantinya dapat diamati dan diketahui jumlah mikroorganisme secara
spesifik sehingga didapatkan perhitungan yang tepat.
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Enumerasi Mikroba
Faktor
yang memengaruhi enumerasi mikroba yaitu pengenceran, suhu inkubasi,
pH, volume pengenceran, lama waktu inkubasi, kontaminasi dan lain-lain. Pengenceran bertingkat berpengaruh
pada jumlah mikroba yang akan dihitung
karena jika semakin tinggi tingkat pengenceran yang digunakan maka semakin sedikit mikroba yang tumbuh dalam suatu suspensi dan jumlah mikroba tersebut tidak memenuhi syarat SPC dalam suatu media, dan jika tingkat pengenceran semakin
rendah, maka semakin banyak koloni mikroba
yang tumbuh dalam
suatu suspensi dan
membuat jumlah mikroba dalam suatu media melewati syarat SPC. Suhu juga
mempengaruhi jumlah mikroba karena jika suhu pemeraman tidak sesuai dengan suhu
optimum suatu mikroba maka mikroba tidak bisa hidup dengan baik.Suhu optimum
pertumbuhan mikroba berdasarkan nilai pH nya adalah 20-30˚C. Nilai pH
mempengaruhi jumlah mikroba karena jika pH yang didapat tidak sesuai maka
mikroba tidak akan tumbuh dengan baik. Kontaminasi menyebabkan perhitungan jumlah mikroba menjadi kurang akurat karena mikroba kontaminasi yang tumbuh tersebut nantinya akan ikut terhitung
dan seolah-olah menyerupai koloni yang ditumbuhkan. Hal ini sesuai
dengan pernyataan Fardiaz (2001) yang menyatakan bahwa faktor
enumerasi yaitu Tingkat pengenceran, adanya kontaminasi, kondisi pH dan suhu yang tidak
sesuai.
Dalam
melakukan enumerasi mikroba, kita mengenal istilah yang dinamakan TBUD dan
TSUD.
1.
Terlalu Sedikit Untuk Dihitung
Terlalu Sedikit Untuk Dihitung (TSUD) merupakan jumlah terkecil dari
hasil koloni yang didapatkan yaitu <30 koloni yang ada pada media maka dari
itu termasuk tidak memenuhi syarat yang ada. Hal ini sesuai dengan pendapat Yudhabuntara (2010) yang
menyatakan bahwa kisaran untuk menentukan batas minimum untuk menghitung
mikroba sebanyak 30 CFU/ml.
2.
Terlalu Banyak Untuk Dihitung
Terlalu Banyak Untuk Dihitung (TBUD) merupakan jumlah terbesar dari
hasil koloni yang didapatkan yaitu >300 koloni yang ada pada media sehingga
masuk dalam syarat perhitungan jumlah mikroba., Hal ini sesuai dengan pendapat Yudhabuntara
(2010) yang menyatakan bahwa kisaran untuk
menentukan batas minimum untuk menghitung mikroba sebanyak 300 CFU/ml.
DAFTAR PUSTAKA
Dwidjoseputro. 1990. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta:
Djambatan.
Fardiaz, S. 2001. Mikrobiologi Pangan I.
Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama.
Irianto.
2006. Mikrobiologi Menguak Dunia Mikroorganisme Jilid 2. Jakarta: Yrama
Widya.
Semangun,
Haryono. 2007. Penyakit-penyakit Hortikultura di Indonesia (edisi kedua). Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Yudhabuntara. 2010.Mikroba
dalam Bahan Pangan. Bogor:
Universitas Djuanda.
Yunita,
Merisa. 2015. Analisis Kuantitatif
Mikrobiologi Pada Makanan Penerbangan (Aerofood
ACS) Garuda Indonesia Berdasarkan TPC (Total Plate Count) Dengan Metode Pour Plate. Malang:
Universitas Brawijaya.
3 anak lelaki + 2 anak perempuan = 5 anak kandung
BalasHapusapakah ini bisa dinyatakan dengan TPA?
Lucky 15 Casino in Joliet, Illinois - MapYRO
BalasHapusLucky 15 Casino in Joliet is a 4-star casino and hotel 부산광역 출장샵 located 25 minutes south of Joliet, 속초 출장샵 Illinois. 논산 출장마사지 The casino's 3,000 square foot gaming Rating: 4.1 · 김해 출장마사지 2 reviews 바카라 전략